Rabu, 10 Oktober 2012

Kepribadian Dari Cara Membalas Omongan

Kepribadian anda dilihat dari cara membalas omongan

1. Membalas dengan "terima kasih".
 menunjukkan bahwa orang ini  adalah sosok yang santun, cerdas dan diplomatis. selain itu, orang ini juga suka berterima kasih kepada orang lain atas bantuan apapun walaupun bentuk bantuan yang diberikan kepadanya sangatlah sederhana. orang ini layak mendapat balasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas tindakannya yang mulia.
2. Membalas dengan mendoakan, "Semoga Allah Memberi balasan kebaikan kepada anda" atau doa lain yang serupa.
menunjukkan sosok agamis yang suka mendoakan kebaikan kepada orang lain dan cenderung gemar berbuat baik serta berlomba-lomba dalam kebaikan.
3. membalas dengan balasan yang sesuai atau dengan bantahan yang disertai dengan alasan yang cerdas.
menunjukkan bahwa orang ini adalah sosok yang berpikiran tinggi dan berpikiran progresif dalam isu-isu sosial, cerdas dalam diskusi dan mempunyai kepercayaan bahwa perbedaan pendapat tidak akan merusak ikatan kasih sayang.
4. membalas dengan raut wajah berseri-seri, heran, bingung dan sebagainya.
menunjukkan sosok yang bermasyarakat namun terkadang tidak percaya pada ungkapan lisan dan lebih percaya bahwa bahasa visual lebih tinggi daripada bahasa verbal.
5. membalas dengan sanggah yang keras dan pedas.
menunjukkan sosok yang kaku dan fanatik dalam pemikirannya dan tidak memberikan kesempatan kepad orang lain untuk mendiskusikannya. Terkadang memahami sesuatu secara keliru, lambat dan tidak bisa cepat karena ia berpegang pada prinsip biar lambat asal selamat.
6.  Tidak membalas apapun karena memang tidak punya banyak waktu untuk membalasnya.
hal ini menunjukkan sosok yang tergesa-gesa, banyak kesibukan di banyak forum sehingga dia tidak punta banyak waktu untuk menjawab setiap pembicaraan. namun demikian, dia tetap perhatian terhadap pembicaraan dan sanggah orang lain.  dan pada satu sisi tertentu, ternyata pendapat dan sanggahan orang tersebut memberi kontribusi positif baginya. hanya saja dia tidak punya banyak waktu untuk membalas pembicaraannya.
7. Tidak membalas apapun karena tidak menaruh perhatian istimewa pada tema yang sedang didiskusikan.
sebetulnya dia adalah sosok yang sangat perhatian, hanya saja materi materi yang sedang didiskusikan bukanlah inti dari perhatiannya.
Sumber
Ahmad, salim Badawilan. 2010. Membangkitkan Energi Diri (Self Power). Yogyakarta: gara ilmu.

kepribadian Wanita dari Lemari Pakaiannya

Kenali kepribadian Anda dari Lemari Anda (Khusus Wanita)

Menurut Sekelompok pakar psikologi (Ahmad Salim Badawilan, 2010: 149), dalam presentasinya mengemukakan bahwa:
1. Ketika bentuk lemari cukup luas dan mampu menampung segalah macam peralatan kita maka anda adalah seorang wanita yang memiliki kepribadian kuat dan ulet. Anda juga selalu mengkonsep segalah sesuatu dengan amat detail.
2. adapun jika lemari penuh dengan pakaian-pakaian yang anda gunakan maka hal ini menunjukkan bahwa anda adalah sosok yang sentimen dan suka berkhayal atau mungkin juga anda adalah orang yang bakhil atau kikir terhadap orang yang membutuhkan pakaian.
3. ketika anda tegolong orang yang gemar memenuhi lemari dengan aksesoris dan foto-foto keluarga maka anda adalah sosok sentimen yang suka menjaga rahasia orang lain.
4. jika suatu ketik anda memenuhi lemari dengan segalah macam barang-barang kuno dan bekas seperti pakaian, jam tangan, aneka bejana, atau berbagai perhiasan lama sehingga tampak seperti gudang maka itu menunjukkan kejujuran dan kerinduan anda pada keangan lama. jika anda pernah berwisata di tempat  yang jauh maka kerinduan akan mengajak anda kembali ke sana.
4. sosok pemberontak bisa ditandai dengan lemarinya yang acak-acakan dan tidak beraturan sehingga sulit mengeluarkan apa yang dibutuhkan dari dalam lemari tersebut.
5. pemilik lemari yang tidak tertata rapi bagian luarnya maka ia adalah  sosok yang tidak pernah perhatian pada pakaian dan lainnya.
Sumber
ahmad, Salim Badawilan. 2010. Membangkitkan Energi Diri (Self Power). Yogyakarta: gara ilmu.

Selasa, 09 Oktober 2012

Download software save as pdf

save as pdf adalah satu satu software yang bisa digunakan untuk mengubah file word menjadi pdf. software ini juga tidak lah besar sehingga tidak perlu waktu yang lama jika ingin mendownload aplikasinya. selain itu cara penggunaan software ini juga sangatlah mudah.
adapun cara pemakaian software ini yakni:
1. instal save as pdf yang telah anda download
2. buka file word yang akan anda ubah menjadi pdf
3. setelah file word yang akan diubah telah ditemukan, save as file word tersebut kemudian ganti save as type dari word dokumen menjadi pdf dengan mengklik tombol panah pada save as type kemudian memilih pdf sebagai tipe dari file yang akan disimpan.
4.tentukan letak penyimpanan file pdf akan kita simpan dan terakhir klik save.
5. setelah disimpan cek folder yang telah kita tempati untuk menyimpan file pdf tersebut.
bagi yang ingin mendownload langsung saja dibawah ini.
 disini 
atau 
disini 

Kepribadian dilihat dari cara tidur

     menurut Ahmad salim badawilan (2010: 145) seseorang yang suka tidur di tengah keramaian dan cahaya yang terang secara nyata membuktikan bahwa jiwa labil, takut kesunyian dan kesendirian serta suka hidup di tengah keramaian. orang ini tergolong sosok yang tidak tenang dan berusaha menutupi ketakutan dan ketidaktenangannya tersebut dengan berpura-pura suka kepada orang lain, tujuannya agar ia mendapat teman. orang seperti inipun suka melewati malam-malamnya bersama media hiburan semisal radio atau televisi.
      seseorang yang suka tidur di tempat yang tenang dan gelap adalah orang yang stabil kejiwaannya, tenag karakternya, menjalani segalah macam kondisi dengan realistis dan seimbang. Disamping itu, ia juga merupakan sosok sosialis, suka membantu orang lain dengan cepat dan sigap serta memiliki cara berpikir yang sistematis.
       seseorang yang tidur si salah satu sisi lambung kiri atau kanannya menunjukkan kepribadian seseorang yang cepat beradaptasi dalam hidup dan bermasyarakat. hidupnya selalu berjalan secara realistis dan seringkali mendapat penghormatan diri dari orang-orang yang bergaul dengannya. sering juga waktunya disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara rajin dan disiplin. orang tipe ini adalah sosok yang jujur, berhati bersih dan ikut aktif dalam berbagai aktivitas dan diskusi secara jujur dan bertanggungjawab karena  ia hidup dalam kondisi yang stabil dan harmonis baik internal dan eksternal.
         seseorang yang tidur di alas tidur dengan wajah berbalik dan meletakkan kedua lengannya di sekitar kepala adalah seseorang yang berupaya lari dari kenyataan karena tidak kuasa menghadapinya disebabkan sering dihinggapi rasa takut dan tidak aman. karena itu hidupnya senantiasa tegang, selalu berpikir keras tentang masa depan namun takut menghadapinya. sosok ini juga sensitif sehingga hal-hal remeh sekalipun terasa sangat mengusiknya. akibatnya, hubungannya dengan dunia luar sangat rapuh, tidak dinamis dan selalu bertindak gegabah.
        seseorang yang tidur di atas punggung dengan meletakkan kedua lengan ke samping akan merasa ketenangan hidup, kenyamanan waktu malam dan menikmati hidup dengan percaya diri serta memiliki emosi yang stabil. ia sangat yakin mampu merealisasikan segalah bentuk kebaikan dengan usahanya sendiri. demikian juga, dia adalah sosok yang disiplin dalam pekerjaan dan menikmati pekerjaannya juga cinta dan hormat kepada orang lain karena ia tergolong orang penuh pertimbangan. ia tidak tergesa-gesa dalam menjalankan pekerjaan apapun namun terlebih dahulu merenungi dampak negatif maupun positifnya.
           seseorang yang tidak bisa tidur kecuali dengan menggerak-gerakkan salah satu kakinya atau menggerak-gerakkannya dengan gerakan yang teratur adalah tipe orang yang super sensitif, kurang pandai beradaptasi, banyak bicara, suka membesar-besarkan masalah, mudah terpengaruh dan selalu terusik dengan kenangan masa lalu serta bayangan  masa depan.
            seseorang yang tidak bisa tidur di atas alas tidur dan memiringkan muka adalah seseorang yang memiliki tempramen yang berubah-ubah, angkuh, tidak peduli (apatis), bekerja membabi buta, mudah terperdaya, mudah dipengaruhi dan suka menarik perhatian orang lain dengan mengenakan pakaian yang indah-indah. dia juga suka mengandalkan bantuan orang lain untuk meralisasikan kepentingannya dengan berbagai jalan. biasanya orang ini suka menanggung beban hidup sendiri dan pergaulannya pun buruk.
Sumber
Ahmad, Salim badawilan. 2010. Membangkitkan Energi Diri (Self Power). Yogyakarta: gara ilmu. 

Kepribadian dilihat dari pola makan

     Menurut Ahmad salim Badawilan (2010:141) jika anda tergolong orang yang suka mengkonsumsi cabe, lada, makan makanan super pedas atau asinan maka itu maka itu menunjukkan bahwa anda adalah sosok yang berusaha menaklukkan misteri dan mengetahui segalah sesuatu yang belum diketahui.
     Jika anda suka mengkonsumsi makanan-makanan cepat saji seperti sandwich, kentang goreng, keju dan kacang maka itu artinya anda suka berkompetisi, selalu menjaga kelangsungan kerja dan kesempurnaannya dan tidak menyia-nyiakan waktu. jika anda termasuk orang yang suka makan udang, daging panggang, dan suka minum kopi maka anda adalah sseorang petualang, pemberani namun egois. jika anda suka makan makanan tradisional maka anda tergolong sosok tradisionalis.
         Jika anda tipe orang yang hobi makan dan minum maka hal itu menunjukkan bahwa anda adalah sosok kompleks yang dikuasai hawa nafsu. namun jika anda tidak suka makan dan tidak peduli pada makanan maka anda adalah sosok pribadi yang lemah dan tidak bersemangat.
         Jika anda mengunyah makan dengan mengeluarkan suara keras atau menggeremetakkan gigi maka anda tergolong orang yang ingin menghibur diri dan membebaskan kekalutan pikiran.
      Jika anda makan dengan sangat cepat maka hal ini menunjukkan bahwa anda adalah pribadi yang kurang sabar. jika selesai makan anda tidak menyisakan makanan sedikitpun makanan di atas piring maka hal itu menunjukkan kebiasaan anda sejak kecil yang selalu dihormati orang-orang disekitar. sebaliknya, jika anda meninggalkan sebagian makanan pada piring maka hal itu menunjukkan sebagian kesombongan anda.
       barang siapa makan bagian tengah roti dan meninggalkan pinggir-pinggirnya yang gosong maka hal itu menunjukkan kepribadian disiplin yang lebih mementingkan substansi dan isi daripada penampilan luar.
          Jika anda mencampur beraneka ragam makanan dan memakannya sekaligus maka itu artinya anda termasuk orang yang suka mencampur aduk bermacam urusan dalam hidup dan memandang segalah urusan hidup dengan pandangan yang kacau pula.
              Barang siapa makan sedikit demi sedikit mulai dari bagian tepi maka ia adalah orang yang berhati-hati dan tidak mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. sementara orang yang mengubah-ubah jenis makanan sekedar untuk variasi maka ia adalah sosok yang fleksibel dan mudah diajak bergaul.
Sumber
Ahmad, Salim Badawilan. 2010. Membangkitkan Energi Diri (Self  Power).Yogyakarta: gara ilmu.               

Komponen-Komponen Keterampilan Bertanya

keterampilan Bertanya
Menurut Udin S. Winataputra (2005: 7.5) keterampilan bertanya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Adapun rincian keterampilan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Keterampilan bertanya dasar
keterampilan bertanya dasar terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:
a. pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat
pertanyaan yang diajukan guru hendaknya singkat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh para siswa. pertanyaan yang demikian dapat dibuat dengan menggunakan struktur kalimat yang sederhana serta kata-kata yang sudah dikenal oleh para siswa . coba bandingkan kedua pertanyaan berikut
1) apa yang menyebabkan sehingga banyak siswa jika diberi kesempatan bertanya tidak menggunakannya?
2) mengapa banyak siswa tidak menggunakan kesempatan bertanya?
pertanyaan yang  kedua jauh lebih jelas dan singkat daripada pertanyaan yang pertama.

b. Pemberian acuan
sebuah pertanyaan hanya dapat dijawab  jika yang ditanya mengetahui informasi yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. oleh karena itu, sebelum bertanya guru perlu memberi acuan berupa informasi yang perlu diketahui siswa. siswa akan mengolah informasi yang diberikan sehingga dapat menjawab pertanyaan guru.

c. pemusatan
pertanyaan dapat dibagi menjadi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit. pertanyaan luas menuntut jawaban yang umum dan cukup luas sedangkan pertanyaan sempit menuntut jawaban yang cukup spesifik. pertanyaan yang sempit menuntut pemusatan perhatian siswa pada hal-hal khusus dan perlu didalami. oleh karena itu pertanyaan luas hendaknya selalu diikuti oleh pemusatan yaitu yang memfokuskan perhatian siswa pada inti masalah tertentu.
perhatikan contoh dibawah:
1) sebutkan barang-barang yang biasanya dijual di sebuah supermarket.
2) diantara barang-barang yang dijual diSupermarket, mana yang paling banyak menjadi perhatian kaum remaja?
pertanyaan pertama bersifat lebih luas (semua barang yang dijual di supermarket) sedangkan pertanyaan kedua sudah terpusat yaitu hanya menanyakan barang yang paling menarik perhatian kaum remaja.

d. Pemindahan giliran
Ada kalanya sebuah pertanyaan , lebih-lebih pertanyaan yang cukup kompleks tidak dapat dijawab secara tuntas oleh seorang siswa. dalam hal ini guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa lain dengan cara pemindahan giliran yang artinya setelah siswa pertama menjawab, guru meminta siswa kedua melengkapi jawaban tersebut kemudian meminta lagi siswa ketiga dan seterusnya. cara seperti ini dapat mendorong siswa untuk selalu memperhatikan jawaban yang diberikan temannya serta meningkatkan interaksi antar siswa.
contoh:
guru: "bagaimana pendapat  anda mengenai penyelenggaraan lomba karya ilmiah tahun ini?"
siswa: "sangat baik"
guru: "siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?"
siswa: "ya, baik karena pengumuman persyaratannya cukup jelas ".
guru: ada yang lain lagi?
siswa: pengumuman juga datang tepat waktu.
guru: bagaimana dari segi mutu karya yang menang?
siswa: saya rasa jurinya cukup pintar.
guru: mengapa anda berpendapat seperti itu?
siswa: karena karya yang menang memang hebat.
guru: bagaimana pendapat yang lain?
siswa: saya setuju pak, saya kagum akan karya yang menang tersebut.
dari contoh tersebut dapat diliha bahwa stu pertanyaan yang kompleks dapat dijawab oleh beberapa orang siswa yang saling melengkapi jawaban atau saling memberi komentar. teknik pemindahan giliran yang diterapkan secara baik akan mampu meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa.

e. Penyebaran
Penyebaran pertanyaan berarti menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. kalau mungkin, semua siswa di dalam kelas mendapat giliran yang merata untuk menjawab pertanyaan. teknik penyebaran perlu diperhatikan guru terutama bagi guru yang biasa mengajukan pertanyaan kepada siswa tertentu. ada kalanya guru melupakan siswa yang duduk di deretan belakang sehingga aman dari kejaran pertanyaan guru.
sama halnya dengan pemindahan giliran, tujuan penyebaran pertanyaan adalah untuk meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa. bedanya, pada pemindahan giliran, satu pertanyaan yang kompleks dijawab secara bergilir oleh beberapa orang siswa sedangkan pada penyebaran beberapa pertanyaan yang berbeda ditujukan kepada siswa yang berbeda untuk menjawabnya. agar tujuan penyebaran dapat tercapai secara efektif, guru hendaknya menyebarkan pertanyaan secara acak sehingga semua siswa siap untuk mendapat giliran.

f. pemberian waktu berpikir
Untuk menjawab satau pertanyaan, seseorang memerlukan waktu untuk berpikir. semikian juga seorang siswa yang harus menjawab pertanyaan guru memerlukan waktu memikirkan jawaban pertanyaan tersebut. oleh karena itu, setelah mengajukan pertanyaan guru hendaknya menunggu beberapa saat ssebelum meminta atau menunjuk siswa untuk menjawabnya. kebiasaan guru yang menunjuk siswa lebih dahulu sebelum pertanyaan itu diajukan tidak dapat dibenarkan sebab tidak memberikan waktu untuk berpikir dan siswa lain tidak memperhatikan pertanyaan guru.

g. pemberian tuntunan
kadang-kadang pertanyaan yang diajukan guru tidak dapat dijawab oleh siswa, ataupun jika ada yang menjawab, jawaban yang diberikan tidak seperti yang diharapkan. dalam hal ini guru tidak boleh diam dan menunggu sampai siswa memberikan jawaban. guru harus memberikan tuntunan yang memungkinkan siswa secara bertahap mampu memberikan jawaban yang diharapkan. tuntunan tersebut dapat diberikan antara lain sebagai berikut:
1) Memparafrase yaitu mengungkapkan kembali pertanyaan dengan cara lain yang lebih mudah dan sederhana sehingga dapat dipahami oleh siswa.
contoh:
guru bertanya:''jelaskan pengaruh jarak antara dua magnet terhadap besar gaya magnet yang terjadi?"
ketika siswa diam, guru mengungkapkan kembali pertanyaan tersebut dengan :
"Jika dua magnet didekatkan, apa yang akan terjadi?"

2)Mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana yang dapat menuntun siswa menemukan jawabannya.
contoh:
Guru:"Apakah air mengandung udara?"
ketika tidak ada siswa yang menjawab, guru mengajukan pertanyaan berikut secara berurutan.
a)apakah ikan bernafas?(jawabannya, ya)
b)bila ikan bernafas, apakah ia memerlukan udara?

3) Mengulangi penjelasan atau informasi sebelumnya yang berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan.
contoh:
Guru:"bagaimana situasi pendidikan di negara yang dijajah oleh bangsa lain?"
ketika tidak ada yang menjawab, guru berkata:
"ingat kembali situasi pendidikan di indonesia ketika belanda masih menjajah negara kita. barangkali anda masih ingat, siapa saja yang boleh bersekolah?
demikian juga tentang mata pelajaran, berkaitan dengan kepentingan belanda. nah sekarang coba gambarkan situasi pendidikan di negara yang masih dijajah oleh bangsa lain".

2. Keterampilan bertanya lanjut
sesuai dengan namanya, penguasaan atas keterampilan bertanya lanjut dibentuk berdasarkan penguasaan keterampilan bertanya dasar. ini berarti bahwa ketika menerapkan keterampilan bertanya lanjut, guru juga menerapkan keterampilan bertanya dasar. komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri atas:
a. pengubahan tuntunan kognitif dalam menjawab pertanyaan
pertanyaan yang diajukan guru mengundang siswa untuk berpikir. berpikir merupakan proses mental yang terjadi dalam diri seseorang. kualitas proses mental yang terjadi dalam diri siswa ketika memikirkan jawaban dari pertanyaan guru tergantung dari kualitas pertanyaan guru. jika guru hanya mengajukan pertanyaan yang sifatnya ingatan seperti hanya mengatakan: apa, siapa, dimana atau berapa maka proses mental yang terjadi dalam diri siswa rendah karena siswa tidak perlu berpikir tetapi hanya mengingat. tetapi jika guru mengajukan pertanyaan mengapa, bagaimana pendapatmu, jelaskan terjadinya dan sejenisnya, siswa akan berpikir keras sehingga menuntut terjadinya proses mental tingkat tinggi.
sehubungan dengan hal tersebut, guru hendaknya berusaha mengajukan pertanyaan yang tergolong pada tingkat kognitif tinggi dari taksonomi Bloom. dengan demikian guru diharapkan mengajukan pertanyaan yang bersifat pemahaman, aplikasi (penerapan), analisis, sintesis, dan evaluasi. pertanyaan yang bersifat ingatan hendaknya dibatasi sesuai dengan sifat materi dan karakteristik siswa.

b. pengaturan urutan pertanyaan
agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang dengan baik dan wajar, guru hendaknya mengatur urutan pertanyaan yang diajukan. pertanyaan pada tingkat tertentu hendaknya dimantapkan kemudian beralih ke tingkat pertanyaan yang lebih tinggi. karena itu, tidak dapat dibenarkan jika guru sudah mengajukan pertanyaan yang menuntut siswa untuk melakukan analisis padahal siswa belum mampu menjawab pertanyaan yang bersifat pemahaman. urutan pertanyaan yang tidak teratur (misalnya dari tinggi ke rendah, tinggi lagi kemudian tingkat sedang) hanya akan membingungkan siswa dan dapat menghambat perkembangan kemampuan berpikir siswa.
 
c. penggunaan pertanyaan pelacak
jika guru mengajukan pertanyaan tingkat tinggi dan jawaban yang dibrikan oleh siwa dianggap benar tetapi masih dapat dilengkapi, guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak yang dapat membimbing siswa untuk mengembangkan jawaban yang diberikan. teknik pertanyaan pelacak yang dapat digunakan oleh guru antara lain sebagai berikut:
1) meminta klarifikasi
teknik ini dipakai oleh guru jika jawaban siswa kurang jelas atau diungkapkan dengan kalimat yang kabur. 
contoh kalimat pelacak yang meminta klarifikasi:
a) dapatkah anda menjelaskan apa yang anda maksud dengan....?
b) coba ulangi jawaban anda dengan kata-kata lain.
c) coba rangkum apa yang anda jelaskan tadi.

2) Meminta siswa memberi alasan
teknik ini dapat digunakan jika guru menginginkan siswa memberikan bukti-bukti dari pendapat atau pandangan yang diberikannya sebagai jawaban atas pertanyaan guru.
contoh:
a) dapatkah anda memberi alasan mengapa anda berpendapat seperti itu?
b) coba berikan bukti-bukti akan kebenaran pendapat anda itu.
c) coba jelaskan, bagaimana anda sampai pada kesimpulan seperti itu.

3) Meminta kesepakatan pandangan siswa
jika guru meminta pandangan siswa tentang suatu masalah dan seorang siswa sudah menyatakan pendapatnya, untuk mendapatkan kesepakatan dan kebenaran akan pendapat tersebut, guru dapat meminta pendapat siswa lain.
contoh:
a) siapa yang setuju dengan pendapat itu? beri alasan!
b) ada yang tak setuju dengan pendapat tadi? Apa alasan Anda!
c) Bagaimana pendapat anda terhadap pendapat yang diajukan tadi?

4) Meminta ketepatan jawaban
Teknik ini dapat digunakan guru jika jawaban yang diberikan oleh siswa kurang tepat atau kurang sempurna. pertanyaan  pelacak yang diberikan guru diharapkan dapat menuntun siswa melengkapi atau memperbaiki jawaban yang diberikan tanpa membuat siswa menjadi malu.
contoh:
Guru: faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya banjir?
siswa: Hujan besar, Pak.
Guru: Apa hanya hujan?
Siswa: Masih ada yang lain yaitu saluran air yang tidak lancar,...
Guru: Bagaimana dengan kondisi tanah?
Siswa: Oh ya, tanah yang gundul juga menyebabkan banjir.
Guru: Mengapa?
Siswa: Karena tanah yang gundul tidak dapat menyerap air dan longsor hingga tanah dapat menutup saluran air.

5) meminta jawaban yang lebih relevan
jika siswa memberikan jawaban yang kurang relevan dengan pertanyaan guru, guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak. tujuan pertanyaan pelacak dalam kaitan ini adalah menyadarkan siswa akan ketidakrelevanan jawabannya serta menuntun siswa untuk memberikan jawaban yang lebih relevan.
contoh:
Guru: (setelah menjelaskan tentang zat-zat makanan yang diperlukan tubuh), Apa yang terjadi jika seseorang terlalu banyak makan daging dan tidak pernah makan sayur?
Siswa: harga daging akan naik dan harga sayur akan turun.
Guru: apa hubungannya jawaban anda tersebut dengan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh?

6)meminta contoh
Teknik ini hampir sama dengan teknik meminta siswa memberikan alasan yaitu jika siswa memberikan jawaban yang samar-samar atau terlalu luas, guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak untuk meminta  siswa memberikan ilustrasi atau contoh konkret jawabannya.
contoh 1.
Guru: Bagaimana hubungan antara makanan yang bergizi dengan kesehatan?
Siswa: Makanan yang bergizi dan kesehatan mempunyai hubungan yang positif.
Guru: Coba brikan contoh sesuai dengan jawaban anda.

contoh 2.
Guru: Coba jelaskan arti kata sensitif?
Siswa: Sensitif artinya mempunyai perasaan yang halus.
Guru: coba berikan satu ilustrasi dari jawaban anda.

7) meminta jawaban yang lebih kompleks
jika guru menganggap jawaban siswa masih dapat dikembangkan menjadi jawaban yang lebih kompleks, guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak.
Contoh:
a) coba perluas jawaban anda
b) coba berikan  ide-ide lain yang berkaitan dengan masalah tersebut.

dari contoh-contoh yang diberikan dapat disimak bahwa pada umumnya pertanyaan pelacak bertujuan untuk membimbing siswa berpikir lebih kritis dalam mengembangkan  jawabannya.

d. peningkatan terjadinya interaksi
meningkatkan interaksi merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan keterlibatan mental intelektual siswa secara maksimal. dalam kaitan dengan keterampilan bertanya lanjut, peningkatan terjadinya interaksi ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1) menghindari atau mengurangi pertanyaan yang hanya dijawab oleh seorang siswa, sebagai gantinya siswa diminta mendiskusikan jawaban pertanyaan tersebut dalam pasangan atau kelompok kecil.
2) mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan sehingga guru bukan satu-satunya orang yang bertanya dalam kelas.
3) jika siswa mengajukan pertanyaan, berikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab pertanyaan tersebut sehingga terjadi interaksi antar siswa.
dengan cara tersebut, partisipasi siswa dalam kelas dapat ditingkatkan.

Senin, 08 Oktober 2012

Jenis-jenis Media Pembelajaran

Jenis-jenis media pembelajaran
            Menurut Udin S. Winataputra (2005:5.8) media pembelajaran dapat di kelompokkan ke dalam:
A.  Media Visual
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang paling banyak digunakan oleh guru-guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Media visual ini terdiri dari media yang tidak dapat diproyeksikan ( non- projected visual) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visual). Media yang dapat diproyeksikan bisa berupa gambar diam (still pictures) atau bergerak (motion pictures).
1.    Media Visual tidak dapat diproyeksikan
a.    Gambar diam/mati (still pictures)
Gambar diam adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau secara fotografik misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan isi atau bahan pelajaran yang akan disajikan kepada siswa. Gambar diam ini ada yang tunggal dan ada pula yang berseri yaitu sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Keuntungan yang  didapatkan dari gambar diam ini yaitu:
1)   Media ini dapat menerjemahkan ide atau gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih realistik.
2)   Banyak tersedia dalam buku-buku (termasuk buku teks), majalah, surat kabar, kalender dan sebagainya.
3)   Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain.
4)   Tidak mahal bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaannya.
5)   Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua pelajaran/disiplin ilmu.
Selain beberapa keuntungan tersebut terdapat juga keterbatasan dari media gambar diam ini yaitu:
1)   Terkadang ukuran gambar-gambarnya terlalu kecil jika digunakan pada suatu kelas.
2)   Gambar diam merupakan media dua dimensi.
3)   Tidak bisa menimbulkan kesan gerak.
b.    Media Grafis
Media grafis merupakan media pandang dua dimensi yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran. Unsur-unsur yang terdapat pada media grafis adalah gambar dan tulisan. Media ini dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan melalui penggunaan kata-kata, angka serta bentuk simbol atau lambang. Jika kita menggunakan media grafis ini, kita harus mempelajari serta memahami arti simbol-simbolnya sehingga media ini lebih efektif untuk menyajikan isi pelajaran kepada siswa. Karakteristik dari media ini yaitu sederhana , dapat menarik perhatian, murah, dan mudah disimpan atau dibawa. Cukup banyak jenis media grafis namun yang sering dipergunakan diantaranya grafik, bagan, diagram, poster, kartun/karikatur dan komik.
Grafik merupakan gambar yang sederhana untuk menggambarkan data kuantitatif yang akurat dan mudah dimengerti. Pada umumnya grafik ini singkat dan jelas dengan menggunakan data statistik.. pada grafik ini banyak digunakan bentuk-bentuk simbol. Grafik juga memberikan ilustrasi mengenai hubungan antara satu unit data dengan kecenderungan-kecederungan dalam data tersebut. Data dapat diinterpretasikan secara cepat. Secara visual grafik ini dapat menarik. Secara umum ada empat jenis grafik yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yaitu grafik batang, grafik piktorial, grafik lingkaran dan grafik garis. Jenis grafik mana yang dipilih tergantung dari kompleksitas informasi yang akan disajikan dan tergantung pula kepada kemampuan kita dalam menyajikan dengan bagan tersebut.
Bagan biasanya dirancang untuk menggambarkan atau menunjukkan suatu ide atau gagasan melalui garis, simbol, kata-kata singkat atau gambar. Fungsi utama dari bagan ini adalah menunjukkan hubungan, perbandingan, perkembangan, klasifikasi dan organisasi. Bagan ini terdiri dari bagan pohon, bagan  arus, bagan tabel, bagan organisasi, bagan klasifikasi dan bagan waktu.
Diagram merupakan suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan tentang tata kerja dari suatu benda. Sebuah diagram yang baik adalah yang sederhana yaitu yang berisi bagian-bagian penting saja yang diperlihatkan misalnya garis besar dari suatu objek nyata atau sketsa penampang memotong dari suatu objek misalnya bagian organ tubuh manusia, pegunungan, bumi dan sebagainya.
Poster merupakan suatu kombinasi visual yang terdiri dari gambar dan pesan/tulisan dengan menggunakan warna yang mencolok. Poster dapat digunakan sebagai pemberitahuan atau informasi, peringatan, penggugah selera, memotivasi, peringatan atau menangkap perhatian siswa yang walaupun dilihat sekilas namun mampu menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
Kartun merupakan penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang dirancang untuk membentuk opini siswa. Kartun mempunyai manfaat dalam kegiatan pembelajaran untuk menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan yang logis yang mengandung makna secara mudah, menarik dan cepat dibaca oleh siswa.
c.    Realia atau Model
Media realia merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Realia merupakan model dan objek nyata dari suatu benda seperti mata uang, tumbuhan, binatang dan sebagainya. Model adalah media tiga dimensi yang merupakan tiruan dari beberapa objek nyata seperti objek yang terlalu besar, objek yang terlalu jauh, objek yang terlalu kecil, objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan atau objek yang ruwet untuk dibawa ke dalam kelas dan sulit dipelajari siswa wujud aslinya. Model terdiri atas beberapa jenis yaitu model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock-up dan diorama. Masing-masing jenis model tersebut ukurannya mungkin persis sama, mungkin juga lebih kecil atau lebih besar dengan objek sesungguhnya.
2.    Media visual yang diproyeksikan
Media yang diproyeksikan pada dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar atau tulisan nampak pada layar. Media proyeksi ini bisa berbentuk media proyeksi diam dan media proyeksi gerak. Alat proyeksi yang digunakan tentu membutuhkan aliran listrik dan juga membutuhkan ruangan tertentu yang cuku memadai. Pada sekolah-sekolah yang ada diperkotaan yang memiliki kemampuan untuk mengadakan tentu sangat menguntungkan sebab bisa ditata sehingga lebih menarik perhatian dibandingkan dengan media yang belum diproyeksikan. Jenis yang biasa digunakan diantaranya proyeksi opak, proyeksi lintas kepala (overhead projection/OHP), slide dan filmstrips
B.  Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk audiktif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, prasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Program kaset suara dan program radio adalah bentuk dari media audio.
Penggunaan media audio dalam pembelajaran pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya. Adapun pertimbangan apabila akan menggunakan media ini diantaranya:
1.    Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang telah memiliki kemampuan berpikir secara abstrak.
2.    Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media lainnya sehingga dibutuhkan teknik-teknik tertentu dalam belajar melalui media ini.
3.    Karena sifatnya yang auditif, jika ingin memperoleh hasil belajar yang baik diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual sedangkan kontrol belajar bisa dilakukan melalui penguasaan perbendaharaan kata-kata, bahasa dan susunan kalimat.
C.  Media Audio Visual
Media ini merupakan kombinasi audio dan visual. Apabila menggunakan media ini akan semakin lengkap dan optimal penyajian bahan ajar kepada para siswa. Selain dari itu, media ini dalam batas-batas tertentu dapat pula menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini guru tidak harus selalu berperan sebagai penyaji materi tetapi karena penyajian materi bisa diganti oleh media maka peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Contoh dari media audio visual diantaranya program video atau televisi pendidikan, video atau televisi instruksional dan program slide suara.
Sumber
Udin S. Winataputra. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.